
Novel Kami Bukan Sarjana Kertas karya J. S. Khairen pertama kali terbit pada tahun 2024. Ceritanya berlatar belakang di ibu kota Jakarta, mengisahkan perjalanan hidup sekelompok mahasiswa dari berbagai latar belakang keluarga yang menempuh pendidikan di kampus dengan reputasi kurang bagus. Novel ini merupakan tetralogi karya J.S. Khairen serial Kami (Bukan). Novel ini menjadi salah satu karya sastra Indonesia yang sangat populer dan akan difilmkan.
Novel ini memiliki banyak kelebihan yang membuatnya sangat menarik. Alur ceritanya mengalir dan mudah diikuti. Bahasa yang digunakan juga indah, sederhana, dan mudah dimengerti. Penulis menggambarkan suasana kehidupan para mahasiswa dan sivitas akademik yang sangat relate dengan kehidupan saat ini sehingga pembaca seolah-olah ikut merasakan lingkungan dalam cerita. Selain itu, pesan moralnya sangat kuat khususnya bagi pelaku dunia pendidikan. Novel ini mengajarkan pentingnya menjadi seseorang yang berpendidikan agar dapat mengangkat derajat keluarga dan diri sendiri. Hal ini tentu sangat sejalan dengan firman Allah dalam Alquran surat Almujadillah ayat 11.
…يَرْفَعِ اللَّهُ الَّذِينَ آمَنُوا مِنْكُمْ وَالَّذِينَ أُوتُوا الْعِلْمَ دَرَجَاتٍ…
“…Niscaya Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman di antaramu dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat…”
Novel ini juga mengajarkan bahwa kita tidak boleh cukup berbangga hanya dengan gelar dan ijazah yang kita dapatkan. Hasil belajar yang kita dapatkan setelah mengenyam pendidikan harus diwujudkan dengan etos kerja yang baik dan semangat berkarya. Tidak hanya terkandung pesan untuk para pelajar, novel ini juga mengajarkan kepada kita bagaimana menjadi seorang pendidik (guru atau dosen) yang mampu menjadi fasilitator dan motivator bagi peserta didiknya (siswa atau mahasiswa).
Kami Bukan Sarjana Kertas merupakan novel yang sangat bermutu dan layak dibaca oleh pendidik dan pelajar. Novel ini sangat cocok dijadikan bahan bacaan untuk menumbuhkan semangat belajar dan selalu berkarya agar bermanfaat bagi orang lain. (Cak Senja)
